Jumat, 29 Mei 2015

7 Rahasia Mendidik Anak dari Ustdz Farid Ahmad! Saya Menyesal Tidak Mengetahuinya Dari Dulu...

alhamdulillah. dapat tips parenting yg baru lg. saved saved saved ^____^.

7 Rahasia Mendidik Anak dari Ustdz Farid Ahmad! Saya Menyesal Tidak Mengetahuinya Dari Dulu...



7 Rahasia Mendidik Anak dari Ustdz Farid Ahmad! 

1. Jika melihat anakmu menangis, jangan buang waktu untuk mendiamkannya. Coba tunjuk burung atau awan di atas langit agar ia melihatnya, ia akan terdiam. Karena psikologis manusia saat menangis, adalah menunduk.

2. Jika ingin anak-anakmu berhenti bermain, jangan berkata: “Ayo, sudah mainnya, stop sekarang!”. Tapi katakan kepada mereka: “Mainnya 5 menit lagi yaaa”. Kemudian ingatkan kembali: “Dua menit lagi yaaa”. Kemudian barulah katakan: “Ayo, waktu main sudah habis”. Mereka akan berhenti bermain.

3. Jika engkau berada di hadapan sekumpulan anak-anak dalam sebuah tempat, yang mereka berisik dan gaduh, dan engkau ingin memperingatkan mereka, maka katakanlah: “Ayoo.. Siapa yang mau mendengar cerita saya, angkat tangannya..”. Salah seorang akan mengangkat tangan, kemudian disusul dengan anak-anak yang lain, dan semuanya akan diam.

4. Katakan kepada anak-anak menjelang tidur: “Ayo tidur sayang.. besok pagi kan kita sholat subuh”, maka perhatian mereka akan selalu ke akhirat. Jangan berkata: “Ayo tidur, besok kan sekolah”, akhirnya mereka tidak sholat subuh karena perhatiannya adalah dunia.

5. Nikmati masa kecil anak-anakmu, karena waktu akan berlalu sangat cepat. Kepolosan dan kekanak-kanakan mereka tidak akan lama, ia akan menjadi kenangan. Bermainlah bersama mereka, tertawalah bersama mereka, becandalah bersama mereka. Jadilah anak kecil saat bersama mereka, ajarkan mereka dengan cara yang menyenangkan sambil bermain.

6. Tinggalkan HP sesaat kalau bisa, dan matikan juga TV. Jika ada teman yang menelpon, katakan: “Maaf saaay, saat ini aku sedang sibuk mendampingi anak-anak”. Semua ini tidak menyebabkan jatuhnya wibawamu, atau hilangnya kepribadianmu. Orang yang bijaksana tahu bagaimana cara menyeimbangkan segala sesuatu dan menguasai pendidikan anak.

7. Selain itu, jangan lupa berdoa dan bermohon kepada Allah, agar anak-anak kita menjadi perhiasan yang menyenangkan, baik di dunia maupun di akhirat.

Tausyiah pagi dr Ustdz Farid Ahmad”
sumber: http://9kontroversi.blogspot.com/2015/05/7-rahasia-mendidik-anak-dari-ustdz.html

Jumat, 24 April 2015

Bunda..Inilah Jihad Kita..

Bismillah...iseng-iseng menyambangi blog lama di http://lamyanurzahidah.wordpress.com, dan kembali diingatkan oleh sebuah tulisan sederhana disana. Alhamdulillah. Yuk Bunda-Bunda semua.. kita  berusaha jadikan setiap aktivitas kita bernilai manfaat dan kebaikan yang mengundang ridha Allah SWT...  ** selfnotification** :)
source:  https://lamyanurzahidah.wordpress.com/2012/10/10/jihad-seorang-wanita/
Terhenyak sesaat setelah membaca status fb seorang teman..seperti diingatkan kembali tentang fitrah seorang wanita..memang ketentuan-ketentuan-Nya tidak ada yang terlalu mengekang atau justru terlalu membebaskan..Keinginan-Nya mungkin hanyalah mengarahkan hamba-Nya agar selalu berada dalam koridor yang sesuai dengan fitrah kemanusiaanya..#selfnote
Saya kagum dengan istri para sahabat Rasulullah SAW, suami mereka adalah da’i dan pejuang Islam yang gagah perkasa, namun jarang manusia yang tahu nama mereka, hanya peran dan jasa mereka yang dapat dirasakan oleh manusia di zaman berikutnya….
Saya kagum dengan ibu dan istri dari Umar bin Abdul Azis, anak dan suami mereka adalah Khalifah Islam yang paling sukses setelah khalifah rasyidah, namun jarang manusia yang tahu nama mereka, hanya peran dan jasa mereka yang dapat dirasakan oleh manusia di zaman berikutnya….
Saya kagum dengan istri Hassan Al-Banna, suami nya adalah da’i dan pemimpin syuhada di zaman modern, namun jarang manusia yang tahu nama mereka, hanya peran dan jasa mereka yang dapat dirasakan oleh manusia di zaman berikutnya….
Mungkinkah mereka bukan wanita ahli syurga? 
Apakah wanita yang ahli syurga adalah mereka yang di sebut da’iyah yang sering berdakwah di panggung? di televisi? di radio? padahal anaknya diserahkan ke pembantu/bibi…. padahal sering cekcok dan berkata keras kepada suami…
Tidak. Keinginan mereka berada di rumah, mendidik anak-anak mereka dengan Al-Qur’an dan kasih sayang, patuh dan tak pernah menyela suami dengan alasan apapun, serta mendukung dakwah suami mereka adalah bentuk pemahaman mereka akan makna JIHAD.
Ingatlah ketika beberapa orang wanita complaint kepada Rasulullah tentang peluang laki-laki yang lebih besar untuk masuk syurga sebab dapat berjihad dan lain sebagainya. Apa jawaban Rasulullah? Beliau SAW menjawab bahwa JIHAD wanita adalah di rumah nya, mematuhi perintah suami dan menjaga harta dan kehormatan suami, namun kebanyakan wanita tak memperhatikannya.
(status fb seorang ikhwah,  10/10/12)

Happy Tummy:Sapo Tahu Bakso Sayuran

Lagi-lagi judulnya memanfaatkan sisa-sisa bahan makanan yang ada...kali ini saya punya stok: beberapa lembar sawi hijau, beberapa lembar sawi putih, satu potong wortel, satu batang brokoli, homemade bakso sapi, tahu sutra, dan beberapa lembar daun bawang. Karena ada tahu sutranya saya jadi kepikiran untuk membuat sapo tahu saja. Yang menjadi favorit adalah rasa kuahnya yang gurih dan kental karena menggunakan larutan tepung maizena. Sapo tahu ini merupakan menu andalan bagi ibu-ibu muda seperti saya. Masaknya ngga ribet, cepat, namun kaya akan kandungan gizi dan nutrisi.

Ini dia resepnya :)

Sapo Tahu Bakso Sayuran
Resep hasil modifikasi sendiri

Bahan:
- 3 siung bawang putih, cacah
- 1 ruas jahe, geprek
- 5 lembar sawi hijau, potong2 persegi panjang
- 10 lembar sawi putih, potong2 persegi panjang
- 3 cabai merah, potong serong
- 1 potong wortel, potong2 persegi
- 2 lembar daun bawang, potong serong
- 1 batang brokoli,  potong sesuai kuntumnya
-  6 butir bakso sapi
- Tahu Jepang / Tahu Sutra 140 gram, masak hingga permukaannya berubah warna.
- 2 sdm saus tiram
- 2 sdt kecap ikan
- 1/2 sdm kecap manis
- Air 500ml
- Minyak untuk menumis
- Gula dan garam secukupnya.
- 1 1/2 sdm tepung maizena, larutkan dalam sedikit air.


Cara Membuat:
- Tumis bawang putih, jahe  sampai harum. Masukkan cabai merah, aduk aduk hingga cabai layu. Masukkan 250ml air. Tunggu sampai mendidih. Masukkan potongan wortel. Tunggu sampai wortel setengah matang. Masukkan potongan brokoli dan bakso sapi hingga bakso berubah warna. Masukkan potongan sawi hijau, sawi putih, Tuangkan saus tiram, kecap ikan. Aduk-aduk merata. Masukkan kecap manis. Tambahkan gula dan garam. Cicipi hingga rasanya pas di lidah. Terakhir, kurang lebih 3 menit sebelum diangkat, masukkan daun bawang.  Tambahkan larutan tepung maizena.

- Sambil menunggu sayuran dimasak, goreng tahu sutra di atas wajan yang berbeda. Masak hingga permukaannya berubah warna (agak kekuningan). Angkat. Campurkan ke dalam panci berisi bakso+sayuran sapo tahu. Note: Tahu sutra digoreng terlebih dahulu agar ketika dicampur, teksturnya tidak gampang pecah.




Kamis, 23 April 2015

Happy Tummy: Sop Daging Kacang Merah



Setiap kali masak sop daging kacang merah, entah mengapa saya jadi mudah flashback ke masa lalu...dimana saya waktu kecil doyan banget dimasakin sop yang satu ini :) Alhamdulillah-nya anak saya juga suka. Nah khusus buat Fatih, biasanya sebelum saya tambahkan gulgar, saya sisihkan dulu sebagian sopnya agar dapat dinikmati oleh Fatih dengan aman. Untuk resepnya saya paling cocok dengan resep dari sajian sedap (www.sajiansedap.com). Untuk menambah kelengkapan nutrsinya, saya tambahkan tahu putih juga sebagai sumber protein nabatinya.

Bahan:

Happy Tummy: Tongseng Ayam

Bismillah...kali ini ingin sharing resep tongseng ayam hasil modifikasi saya sendiri yang baru saja dieksekusi pagi tadi. Berhubung stok sayuran di kulkas tinggal beberapa macam saja, dan Alhamdulillah..masih ada stok daging berupa dada ayam yang biasanya saya gunakan sbg salah satu protein hewani pilihan ke dalam menu MPASI harian anak..walhasil jadi terinspirasi untuk membuat menu tongseng ayam saja. Kelebihan memasak dengan daging ayam adalah waktu memasaknya menjadi jauh lebih cepat, terlebih sayuran yg saya gunakan hanya tauge dan bunga kol saja. sebelumnya saya sudah beberapa kali memasak tongseng namun kali ini resepnya sedikit berbeda.  Saya coba modifikasi dengan stok bumbu dapur dan sayuran yang ada,,dan Alhamdulillah..ternyata komposisinya menurut saya malah jauh lebih pas dibandingkan resep yg biasa saya pakai... berikut ini resepnya.. :)

Bahan:

Minggu, 19 April 2015

CatatanAbiBunda#1

Tahukah engkau Sayang...
Kehadiranmu membuat Abi dan Bunda sedikit demi sedikit mulai memahami
Bahwa perjalanan membesarkanmu bukanlah perjalanan yang mudah untuk dilalui
pun bukan perjalanan  yang instan untuk dinikmati

Disinilah dibutuhkan bahu yang kokoh untuk dijadikan sandaran di kala lelah melanda
Disinilah dibutuhkan dada yang lapang di saat krisis kesabaran mendera
Disinilah dibutuhkan empati seluas samudera di saat badai konflik menerpa

Disinilah Allah pupuk rasa sayang
Disinilah Allah tumbuhkan rasa cinta
Disinilah Allah semaikan keberkahan

Karenanya, terimakasih telah menerima kami sebagai orangtua, Nak..
Doakanlah kami agar dimampukan memelihara amanahNya meraih cinta dan ridhoNya

Mari sama-sama berikhtiar Sayang..
Membangun taman syurga di istana kecil kita...

Depok, Ahad 19 April 2015

Jumat, 17 April 2015

Ragunan Part#1

Bismillaah..mau review sedikit pengalaman kami rekreasi ke kebun binatang Ragunan. Kenapa judulnya part#1? karena pada kenyataannya agenda kami selama di Ragunan kemarin lebih banyak dihabiskan untuk team building komunitas yang kami ikuti.Hehe.  InsyaAllah rencananya kami akan kembali khusus untuk memanfaatkan quality time bersama keluarga saja. Sambil mengeksplor bagian-bagian BonBin yang belum sempat kami singgahi :) Alhamdulillah..cukup excited juga di tengah-tengah padatnya kota Jakarta masih ada lahan seluas 140 Ha yang diinvestasikan untuk kebutuhan penghijauan dan perlindungan marga satwa. Menurut saya pribadi, Ragunan cukup recommended juga sebagai salah satu alternative destinasi wisata yang kaya akan pengalaman namun tetap hemat di kantong hehe..

Memasuki gerbang pintu masuk, kami disambut oleh petugas tiket dan beberapa anak sekolah yang membantu mencatatkan nomor plat motor diatas secarik kertas. Sebenarnya bukan kali pertama saya megunjungi bonbin ini, sebelumnya saya sempat beberapa kali mengikuti team building atau sekadar rihlah yang dikemas oleh beberapa lembaga yang saya ikuti semasa masih menyandang predikat sebagai kuli ilmu :). Tapi kali ini, saya datang bersama sosok mungil yang  setia bertengger rapat di badan saya hehe.. ya, inilah kali pertama Fatih melihat tanda kebesaran Allah yang dilukiskan melalui aneka ragam makhluk ciptaan-Nya.

Awalnya kami berniat untuk menjelajahi setiap sudut Ragunan untuk menikmati pemandangan pohon-pohon tinggi nan hijau, berinteraksi dengan satwa atau sekadar melihatnya dari kejauhan. Namun demikian, mengingat waktu yang terbatas membuat kami terpaksa menunda keinginan kami sembari berharap Allah wujudkan di lain waktu.  Alhamdulillah, acara team building berjalan ceria namun santai. Tampak raut kebahagiaan di wajah ibu-ibu muda tak terkecuali bocil-bocil yang tampak senang bermain di alam terbuka. Fatih dan abinya sempat berjalan-jalan mengeksplor lebih dalam suasana bonbin Ragunan sementara saya  tengah mengikuti games yang diperuntukkan untuk ibu-ibunya saja. Seru sekali, Alhamdulillah. Berlanjut ke acara tukar kado dan testimony dari peserta. Selanjutnya acara ditutup dengan melakukan foto bersama :) Berhubung Bapak-bapaknya membutuhkan waktu untuk mempersiapkan shalat Jumah berjamaah maka kami putuskan untuk mengakhiri agenda kami di Ragunan. Alhamdulillah.. meskipun hanya sedikit saja spot yang baru terjelajah, tetapi setidaknya pengalamannya dapat diabadikan setidaknya dalam hati masing-masing hehe. InsyaAllah next time abang Fatih mau Bunda ajak main ke bonbin lagi :) Mungkin tepatnya saat abang Fatih sudah bisa jalan dan belajar berbicara yaa jadi sembari berjalan-jalan, kita dapat memperkenalkan aneka macam hewan dan tanaman kepada abang Fatih .


Testimoni pribadi untuk Kebun Binatang Ragunan: cocok untuk lokasi team building dan acara sejenisnya, mengingat banyaknya spot/ lapangan hiijau yang tersedia untuk digunakan untuk acara-acara yang mampu menampung banyak orang. Recommended untuk mengajak bayi dan balita karena sirkulasi udara yang baik (udara segar), lahan yang luas, dan tidak terlalu padat pengunjung (meskipun padat, karena lahan yang luas jadi masih ada ruang untuk berjalan-jalan santai).  Nahh untuk teman-teman yang tidak ingin/tidak kuat berjalan kaki, bisa menelusuri bonbin dengan memanfaat jasa penyewaan sepeda dan kereta wisata. 


Pengalaman Mengurus Permohonan Pembuatan Passport

Pada hari Selasa lalu (14/4) saya berkunjung ke kantor imigrasi KANWIL II Kota Depok dalam rangka mengajukan pembuatan passport baru atas nama saya dan abang Fatih. Sejujurnya ini kali kedua saya membuat passport setelah sebelumnya pernah juga melakukan pengajuan passport di kantor imigrasi kota Bogor 9 tahun yang lalu (dimana pada akhirnya si passport ngga langsung jadi kepake akibat batal berangkat pakai burung besi di waktu yg samaa heheu ^^" ) Sebelumnya, kami terlebih dahulu mempelajari proses pengajuan pembuatan passport via browsing di internet. Setelah memasukkan keyword dan mendapatkan berbagai referensi sumber dari Profesor Gugle, ternyata oh ternyata…ngga seperti zaman dahulu kala dimana kita hanya dapat mendaftarkan diri lewat satu pintu saja dengan cara walk in alias langsung di tempat kantor imigrasinya..alhamdulillah sekarang pengajuan passport sudah bisa didaftarkan secara online juga ya (ketahuan  kurang updatenyah :’D).  Setelah mempertimbangkan sisi kepraktisan dari segi waktu dan buaya..akhirnya kami pun memutuskan untuk mendaftarkan diri secara online via web Ditjen imigrasi  http://ipass.imigrasi.go.id/.

Langkah 1: Daftar Online
Seketika setelah mendarat di web http://ipass.imigrasi.go.id/ kita akan disuguhkan formulir berupa form pengisian data pribadi untuk diisi kelengkapannya. .. kita akan diminta untuk mengupload fotokopi  KTP, KK, Akte Lahir, fotokopi ijazah.  Setelah proses upload selesai, kita akan diarahkan untuk mengatur jadwal kunjungan ke KANIM pilihan kita. Good Newsnya, kita boleh pilih KANIM (Kantor Imigrasi) mana saja yang sesuai dengan pilihan kita. Jadi ya ngga harus berdasarkan alamat di KTP misalnya :) Saran saya pilih yang terdekat saja yang lebih mudah aksesnya.  Untuk yang ini saya memilih KANIM 2 kota Depok yang letaknya ada di dalam komplek perumahan Grand Depok City dekat dengan kantor DPRD Kota Depok. Setelah beres memilih perwakilan KANIM , selanjutnya kita diminta untuk menentukan tanggal kunjungan. FYI, pendaftaran kita akan dianggap hangus lho bila kita tidak memenuhi jadwal kunjungan selambat-lambatnya 7 hari setelah tanggal yang kita tetapkan.  Tahap berikutnya adalah melakukan pembayaran dengan transfer bank. Setelah selesai semuanya, jangan lupa cek email kita untuk mendapatkan bukti pendaftaran via online. Jangan lupa print buktinya untuk dibawa ketika kunjungan ke KANIM ya :)

Tips: Nah proses loading selama upload dokumen ini lah yang kadang menimbulkan masalah. Saran saya, untuk menghindari buffer yang terlalu lama dan gagal upload, pilihlah waktu-waktu dimana akses internet kita terasa kencang seperti tengah malam atau sebelum shubuh. Hindari waktu waktu peak hours yang beresiko pada masalah internet yang lambat yang banyak menyebabkan dokumen gagal diupload. Bisa juga mensiasati dengan mengkompres file dokumen yang berat agar menjadi lebih ringan sehingga lebih cepat selesai ketika diupload.

Langkah 2: Kunjungan ke Kantor Imigrasi (KANIM)
Kenapa tetap harus kunjungan walaupun sudah daftar online? Jawabannya untuk membuktikan keakuratan dokumen yang sudah diisi dan diupload. Yang kedua, buat dilihat hasil tes wawancaranya apakah ada indikasi untuk menyalahgunakan pembuatan passport atau tidak.  Karena dalam beberapa kasus, passport bisa disalahgunakan untuk kepentingan kejahatan seperti human trafficking, narkoba,dll. Berbekal beragam informasi yang kami peroleh dari orang yang sudah berpengalaman membuat passport sebelumnya, akhirya kami putuskan untuk berangkat lebih pagi dengan harapan dapat nomor antrian paling awal. Alhasil, tidak lama setelah shalat shubuh, saya langsung berbenah, menyiapkan sarapan dan keperluan mandi anak. Jam 5.45 kami berangkat dari rumah menuju  KANIM Depok. Subhanallah berkah jalan pagi-pagi, jarak yang biasanya kami tempuh dalam waktu hampir 45 menit kini bisa kami jangkau hanya dalam waktu 15 menit saja,hehe. Tepat pukul 6 sampai di KANIM dan Subhanallah…ternyata sudah banyak orang mengantri di depan pagar KANIM yang masih rapat terkunci. Kami langsung diminta isi daftar antrian non-resmi yang dibuat oleh orang yang mengantri dan ternyata kami mendapatkan urutan ke 63 hehe. Saya lihat di web kantor imigrasi depok sebelumnya, batas kuota untuk walk in 70 orang, online 70 orang dan Khusus 20 orang. Nah,berhubung lewat jalur yang berbeda (online) ditambah bawa-bawa anak bayi yang masuk ke kategori klien khusus yang mana setiap klien khusus berhak mendapatkan privilege berupa prioritas mendapatkan urutan antrian awal, diam-diam saya pun berdoa agar saya tidak perlu menunggu lama untuk mengantri pada tahapan ini. Sambil terus berdoa, kami pun menepi buat isi perut alias sarapan. Dengan modus agar mendpatkan tempat duduk yang nyaman, akhirnya kami memesan segelas the dan jeruk hangat di sebuah kedai tak jauh dari KANIM sebagai pendamping sarapan yang kami bawa dari rumah. Selesai sarapan kami langsung bergabung dengan antrian yang semakin mengular panjang.  Tepat jam 7.00, gerbang dibuka dan proses pemeriksaan dokumen dan pengambilan no antrian oleh petugas imigrasi pun dimulai. Antrian online dan walk in dipisahkan. Yang manula, ibu hamil dan ibu yang membawa bayi dipersilakan untuk masuk dan diwakilkan oleh orang lain untuk melalui proses scanning dokumen manual oleh petugas. Alhamdulillah setelah proses cek dokumen selesai…benar saja… saya pun berhasil mendapatkan no urut ke-2 dan 3 (Terimakasih ya Allah ^^) meskipun tetap saja harus menuggu juga karena pemanggilan baru dimulai setelah jam 8 pagi :)  Tidak lama setelah jam 8 teng, no urut kami pun dipanggil. Tahap selanjutnya adalah sesi wawancara, foto, dan scanning sidik jari. Berhubung Fatih udah mulai bosan dan nggak betah dengan suasana yang ada, akhirnya proses wawancara berjalan dengan singkat jelas padat. Alhamdulillah foto pun dilakukan satu dua kali klik saja. Tibalah giliran scanning sidik jari. Berhubung Fatih masih 10m dan belum sempurna pembentukan jaringan selnya, jadi ngga diwajibkan mengikuti tes ini. Dan saat giliran saya…ternyata oh ternyata, dari kesepuluh jari ini tidak ada satupun yang terlacak dengan jelas di alat scanning T.T. Oleh petugas sudah dibantu dikasih hand lotion tapi tetap saja..hasilnya samar-samar,heheu…katanya kulit saya  termasuk tipis dan sering dipakai buat mengerjakan berbagai pekerjaan jadinya hasilnya samar-samar..hiks agak sedih juga rasanya…baru plong  setelah diberitahu petugasnya kalau passportnya tetap bisa diproses tanpa ada hasil tes sidik jarinya. Karena tidak semua sidik jari bisa terekam baik dalam alat scanning.  Setelah itu petugas mengabari kapan passport dapat diambil (3-4 hari setelah verifikasi ke KANIM). Alhamdulillah. Setelah diperbolehkan untuk keluar, suami langsung memberitahukan ada fasilitas ruang menyusui disamping toilet KANIM. Alhamdulillah Fatih bisa lebih tenang setelah ‘kenyang’ dan digantikan pakaiannya.

Tips: Mintalah map berisi formulir yang perlu diisi kepada petugas. Siapkan materai 6000-an. Jangan lupa dibawa bukti onlinenya. Untuk yang mendaftarkan anaknya, jangan lupa dibawa fotokopi surat nikah dan mengisi bukti pernyataan orangtua yang telah disediakan oleh KANIM yang harus diisi dan disertai oleh materai 6000-an 2 buah.

Langkah 3: Mengambil Passport

Setelah tiba hari pengambilan passport, bawalah bukti pembayaran passport baik dari Bank atau melalui pebayaran loket petugas imigrasi. Passport yang sudah jadi bisa diambil di loket pengambilan passport. J

Demikian pengalaman kami mengurus permohonan pembuatan passport. Semoga bermanfaat J

Notes: Testimoni saya untuk KANIM II Depok: Overall, Alhamdulillah pelayanan cukup memuaskan lah :) petugas-petugasnya ramah, sigap dan pro dengan tata tertib yang ada alias sangat disiplin. Di depan kantornya ada spanduk anti praktek percaloan. Fasilitasnya juga sudah OK.. Kursi, Layar LCD, AC tampaknya masih berfungsi dengan baik.. ditambah lagi ada ruangan menyusui yang cukup nyaman didalamnya.  Cuma mungkin proses wawancaranya saja yang sebenarnya bisa dipersingkat lagi waktunya ya hehe...kalau kelamaan, kasihan dengan orang yang sudah berkorban cukup banyak waktu untuk mendapatkan antriannya :)

Jumat, 10 April 2015

Happy Tummy: Iga Penyet


Masih tentang iga. Berhubung masih ada sisa stok iga di kulkas, jadilah saya buatkan menu iga penyet ini. Resepnya saya ambil dari bonus resep yang tersaji dibalik kemasan margarin yang tengah saya pakai. Alhamdulillah dari segi rasa sudah cukup nikmat, hanya saja berhubung lidah saya tidak terlalu kuat dengan rasa pedas, saya tambahkan saja satu sendok makan saos tomat kedalamnya. hheu

BAHAN:

Jumat, 03 April 2015

Happy Tummy: Nasi Goreng

Nasi goreng adalah salah satu masakan favorit yang bisa saya andalkan pada saat-saat dimana  saya : 1) sedang kehabisan bumbu--> ketahuan belum sempat belanja lagi, hehe :p. 2) sedang diburu waktu --> waktu memasaknya relatif singkat, dari preparation sampai dressingnya ngga sampai 30 menit :) 3) ingin mendaur ulang makanan.  Nasi goreng ini bisa dijadikan menu andalan kalau-kalau ada sisa-sisa makanan sebelumnya yang masih tersisa di meja makan seperti nasi putih, ayam atau daging, potongan sayuran, dll. Lumayan banget untuk menghindari makanan yg mubazir ;)

Bahan-bahan:

Happy Tummy: Sop Iga Sapi Mantapp..

Mau coba posting resep-resep makanan yang udah lolos QC (Quality Control) ala pak misua..biar kalau saya sedang bingung mau masak apa atau lupa bahan-bahannya, bisa langsung meluncur ke blog ini..kelemahan saya adalah jarang menggunakan bumbu-bumbu dengan takaran-takaran yang sudah pasti ukurannya..jadi lebih ke main feeling saja..tambah ini tambah itu sampai rasanya dirasa pas di lidah..yang pasti NO MECHIN..usahakan semaksimal mungkin menghindari bahan-bahan yang mengandung MSG..

Nah, kalau yang satu ini Alhamdulillah...suami suka banget...rasanya pas sampai ke tulangnya..kunci daari memasak sop iga ternyata terletak pada teknik merebus dagingnya yang sampai 2x rebus dan memakan waktu yg cukup lama..hal ini untuk memastikan dagingnya berasa empuk dan mudah lepas dari tulangnya ketika kita melahapnya..

Sop Iga
Bahan-bahan:

Minggu, 15 Maret 2015

Pernik Muslimah

Tiada yang berat menjadi seorang muslimah

yang berat adalah....ketika amanah semakin bertambah sedang kita masih disibukkan dengan amanah lama dengan serentetan masalah yang menyertainya

yang berat adalah....ketika  beban pekerjaan semakin bertambah sedang input gizi yang
masuk ke dalam tubuh kurang sehingga kita pun mudah untuk lunglai

yang berat adalah....ketika kita mulai iri dengan teman yang sudah berkeluarga sehingga
kita mulai mempertanyakan takdir..dan melupakan betapa besarnya cinta Allah kepada kita menandingi cinta lain dari makhlukNya ..betapa Allah masih memberikan kita kesempatan untuk belajar banyak hal dan setia kepada Nya..

yang berat adalah...ketika kita yang sudah berumah tangga mulai resah dengan berpendarnya rumput tetangga..padahal sudah jelas parameter kesuksesan bagi-Nya adalah dari apa yang telah
kita berikan, bukan dari apa yang telah kita miliki/simpan..

yang berat adalah....ketika kita yang sudah menikah resah karena belum dikaruniai momongan,
sehingga kita lupa bahwa hubungan dengan anak dan suami sejatinya adalah hubungan 'pertemanan'..teman dalam beramal shalih... sedang di sekitar kita masih banyak anak-anak yatim, anak-anak terlantar, anak-anak kurang perhatian yang membutuhkan sosok orangtua 'ideologis'nya sebagai teladan...

yang berat adalah....ketika kita yang ibu rumah tangga mulai iri dengan teman yang bekerja dan
kita pun mulai lupa...setiap pengorbanan yang kita keluarkan untuk keluarga  bernilai sedekah, dan
sedekah terbaik adalah untuk keluarga..

yang berat adalah...ketika kita mulai kecewa pada suami akibat suatu kelalaian yang dilakukannya sehingga kita pun lupa akan banyaknya kebaikan dan pengorbanan yang telah beliau berikan..

yang berat adalah...ketika kita menutup mata dari banyaknya peluang yang Allah berikan untuk
menambah berat timbangan amal..yang bisa jadi sampai melalui keluarga, tetangga, atau bahkan
kucing yang mengeong kelaparan di depan pintu rumah kita...

maka adakalanya kita lupa,lupa, dan lupa... ada banyak cara Allah untuk menjadikan kita hamba yang setia...

#selfnote :)

Senin, 09 Maret 2015

20 Amal Pelipat Ganda Pahala

Bismillah…tulisan ini merupakan intisari dari buku  yang ditulis oleh Andy Setyawan dengan judul 20 Amal Pelipat Ganda Pahala terbitan Tinta Media (eh ia, saya masih punya hutang untuk menamatkan resensi buku sebelumnya :") *garukkepala*) . Allah menciptakan kehidupan dan kematian sebagai sarana ujian bagi setiap hamba-Nya. Allah menentukan hidup mati kita untuk menguji sejauh mana kualitas amal yang kita lakukan hingga tiba waktunya ajal menjemput.
Pembuktian yang Allah minta bukanlah dari segi kuantitas amal atau amal yang paling banyak, melainkan dari amal yang paling baik. “Dialah yang menciptakan hidup dan mati untuk menguji siapa diantara kalian yang paling baik amalnya.” ( QS. Al-Mulk: 2 ). Firman Allah diatas mengajak kita untuk melakukan amal dengan sempurna. Meskipun sedikit namun dilaksanakan dengan rutin, insyaAllah pahala yang didapat pun akan sempurna. Buku ini menyebutkan ada sedikitnya 20 amalan yang meskipun dilakukan satu kali saja dalam waktu yang singkat namun menghasilkan pahala yang berlipat ganda jumlahnya. Kedua puluh amalan tersebut adalah:
1.     Shalat fardhu berjamaah. “Shalat jamaah lebih unggul dinbandingkan shalat sendiri sebesar dua puluh derajat.” (HR Bukhari). Dengan shalat berjamaah, kita telah menunaikan kewajiban silaturahim dan memperkuat tali ukhuwah islamiyyah. Selain itu, shalat jamaah merupakan pintu gerbang dalam menyamakan visi keislaman.
2.  Shalat sunnah tanpa ada manusia yang melihatnya. “Shalat sunnah seseorang yang dikerjakan tanpa dilihat manusia setara dengan dua puluh lima kali shalat yang dikerjakan pada saat dilihat oleh manusia.” (HR. Abu Ya’la). Shalat sunnah yang dikerjakan sendirian tanpa ada manusia yang melihatnya dapat menghindarkan kita dari sifat riya’ dan menghidupkan rumah kita  dengan keberkahan karena rumah yang senantiasa dipenuhi oleh aktivitas ibadah akan menjadi magnet bagi para malaikat.  “Sesungguhnya shalat yang paling utama adalah shalat seseorang di rumahnya, kecuali shalat wajib” (HR. Bukhari). Shalat sunnah juga merupakan bentuk rasa syukur kita atas berbagai nikmat yang telah Allah curahkan kepada kita.
3.    Qiyamul Lail saat Lailatul Qadr. “Barang siapa yang mengerjakan qiyamul lail saat lailatul qadr karena iman dan hanya mengharap pahal, maka diampuni segala dosa yang telah ia perbuat.” (HR. Bukhari). Hadits ini mengingatkan kita akan pentingnya pembuktian sebelum berharap memperoleh hadiah (pahala-ed), dan menetapkan Allah sebagai orientasi beribadah kita.
4.   Menyempurnakan adab-adab shalat Jum’at. " Barangsiapa mandi pada hari jum'at hingga dirinya bersih, kemudian berusaha menuju ke masjid seawal mungkin dan benar-benar sampai di sana pada awal waktu, ia berjalan kaki dan tidak memakai kendaraan, lalu ia berada pada posisi dekat imam, ia mendengar khutbah dengan seksama dan tidak melakukan perbuatan sia-sia, maka dengan setiap satu langkah kakinya, ia mendapatkan pahala yang setara dengan amal puasa dan sholat selama setahun." ( HR Abu Daud dari Aus bin Aus ats-Tsaqafi). Hadits ini mengajarkan pola hidup bersih dan disiplin. Juga menunjukkan pintu rezeki terbuka lebar pada hari yang istimewa, bahwa sebaik-baiknya hari bagi umat Islam adalah hari Jumat.
5.   Menempati shaf paling depan. “Rasulullah senantiasa memohonkan ampunan sebanyak tiga kali untuk (orang-orang yang ada di) shaf paling depan sedangkan shaf berikutnya hanya satu kali .” (HR Ibnu Majah). Hadits ini menunjukkan bahwa nilai pahal selalu berbanding lurus dengan kesungguhan. Untuk mendapatkan ganjaran terbaik, maka kita perlu berlomba oleh karenanya konsep itsar (mendahulukan kepentingan saudara kita) tidak berlaku dalam hal beribadah.
6.     Rutin tilawah Al-Qur’an. " Siapa membaca satu huruf kitabullah (Al-Qur'an) maka dengan itu ia mendapat satu kebaikan, sedangkan satu kebaikan itu berlipat ganda menjadi sepuluh kebaikan yang serupa. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf." ( HR Turmudzi dari Abdullah bin Mas'ud). Setiap huruf dalam al-Qur’an yang dibaca pada dasarnya berbalas satu kebaikan, namun satu pahala kebaikan ini bisa jadi berlipat ganda bahkan menjadi tidak terbilang dalam bentuk lain, semua itu didukung oleh kualitas bacaan orang yang membacanya. Berdasarkan Hadits riwayat Muslim, pahala tertinggi bagi yang mahir membaca Qur’an ialah membersamai malaikat yang mulia sedangkan ‘serendah-rendahnya’ pahala bagi yang terbata-bata membacanya adalah memperoleh dua kebaikan. Dengan rutin bertilawah, kita pun telah menggenggam syafaat pada hari kiamat. Persahabatan kita dengan AL-Qur’an akan membuahkan syafaat kelak di hari kiamat.

Jumat, 20 Februari 2015

Review Buku: Membangun Positive Thinking Secara Islam

Bismillahirrahmanirrahim.

Tidak sengaja ketika sedang berbenah rumah, menemukan buku ini. Buku yang ukurannya tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil. Tidak terlalu tebal namun tidak tipis juga. Sebuah buku terbitan lama tahun 2004, yang ketika kutengok isinya, ternyata milik almarhumah kakak ipar ( Semoga Allah merahmatinya, Aamiin ).

Isi buku ini sangat menarik karena membeberkan berbagai langkah yang perlu dilakukan untuk membangun pikiran yang bersih dan positif yang sesuai dengan kaidah Islam. Bedanya dengan buku-buku sejenis yang kebanyakan berasal dari Barat adalah titik tolak yang digunakan dalam buku ini adalah titik tolak keimanan, dimana orientasi dan sumbernya hanya mengarah pada satu tujuan, yakni ridha Allah SWT. Langkah-langkah yang diambil pun merupakan solusi yang Allah ciptakan sebagai tuntunan dalam mempertebal keimana kita kepada-Nya. Yang dapat kita temukan dalam berbagai firmanNya dalam Al-Quran serta melalui sabda RasulNya. Melalui buku ini, kita diajak untuk bersyukur dan menyadari bahwa cukuplah Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW yang menjadi pijakan dasar kita dalam mengatasi rasa cemas dalam hidup.

1.       Luruskan pikiran Anda. Hukum prubahan pada dasaranya sudah Allah tentukan dalam QS Ar-Ra’du:11. Bahwasanya kondisi kita tidak akan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, kecuali dengan peran aktif kita sendiri untuk merubahnya. Kita akan terbebas dari belenggu galaunya kehidupan pada saat kita sudah meluruskan gaya berpikir kita. Tidak akan bahagia orang yang hanya menyimpan memori-memori kesedihan dalam pikirannya. Tidak akan sehat orang yang putus asa dalam mengatasi rasa sakit tubuhnya. Kesehatan tubuh diawali dengan keshatan jiwa. Ada penyakit yang mucul disebabkan oleh karena jiwa yang tidak sehat. Sebaliknya, jiwa yang sehat mampu mngatasi beberapa kasus penyakit yang kemudian berujung pada kesembuhan. Ada orang yang pandai membuat cobaan menjadi karunia. Kesimpulannya kedudukan seseorang bukanlah aspek yang menentukan kebahagiaan atau kesengsaraan. Hal yang paling menentukan itu semua adalah dirinya, pikiran, dan akalnya.

2.       Tinggalkan perfeksionisme.  Orang yang perfeksionis cenderung tidak toleran terhadap kekurangan, dan khawatir bila terjadi suatu kerusakan. Mereka berharap semua berjalan sesuai dengan rencana dan harapannya. Hal ini perlu diwaspadai karena menjadi sinyal adanya kekalahan jiwa. Kekalahan jiwa menjadikan hidup dipenuhi dngan kecemasan, kesedihan dan kebosanan. Padahal hidup ini selalu diwarnai oleh dua sifat yang bersebrangan. Ada suka, ada duka. Ada jujur da nada dusta. Ada cinta dan ada benci. Di hari pembalasan pun sangat memungkinkan kita akan menemui negarawan yang ternyata tidak tulus dalam membela negaranya, atau sebaliknya orang yang dikucilkan karena dikenai berbagai tuduhan di dunia, ternyata tidak sama skali terlibat dalam tuduhan tersebut. Akhirat dapat mengubah timbangan dunia. Menurunkan atau menaikkan derajat seseorang. Tidak seharusnya kita bersedih karena menghadapi kegagalan. Tidak seharusnya kita bersedih karena merasa ditipu ( ssungguhnya orang yang menipu kita sudah menipu dirinya sendiri bukan J ). Tidak seharusnya kita bersedih karena sudah banyak berkorban untuk merawat rumah tangga dan mendidik anak. Hal yang terpenting bagi kita adalah mudah berlapang dada. Bukankan timbangan akhirat blum tentu sama dengan timbangan dunia J. Perbuatan kita adalah tabungan akhirat bagi kita. Segalanya akan dinilai dan berbuah baik selama dikerjakan hanya untuk mendapatkan ridha Allah SWT.

3.       Hilangkan rasa cemburu. Rasa cemburu menunjukkans seseorang ingin mendapatkan perlakuan dengan cara tertentu. Ingin dicintai dengan cara tertentu. Padahal bahayanya, cemburu dapat memberikan dampak negative bagi kehidupan seseorang. Seseorang akan berubah menjadi pesimis dan penuh dengan pikiran negative, “mengapa aku tidak dicintai padahal aku sangat mencintainya”, “mengapa aku yang berusaha keras tetapi ia yang mendapatkannya”, dsb dsb…orang seperti ini menilai dirinya dari sisi pandang orang lain. Padahal sebaliknya, kita berhak menilai diri kita berdasarkan kepribadian dan perilaku kita, bukan dari apa yang kita terima dari orang lain sebagai buah dari pribadi dan perilaku kita. Bersedihlah di saat kita berada dalam kedudukan yang lebih rendah, dimana kita semakin jauh dari ketaatan kepadaNya. Bukan berarti smua rasa cemburu adalah negative. Cemburu menjadi positf manakala seorang manusia merasa cemburu akan pelanggaran terhadap norma-norma agamanya. Misalnya pada saat suami cmburu melihat istrinya berdandan secara berlebihan di suatu keramaian. Cemburu ini hukumnya menjadi wajib. Ingatlah bahwasanya Allah pun Maha Pencemburu. Ia akan cemburu bila melihat seorang mukmin melakukan hal-hal yang diharamkan olehNya (Hadits Muttafaq Alaih).

Rabu, 04 Februari 2015

Agar Tidak Mati Gaya Melakukan Tugas Rumah Tangga

Bismillah..

Semenjak jadi ibu terus terang saya merasakan banyak perubahan yang cukup drastis terjadi dalam hidup saya…yup, mau membuat pengakuan nih hehehe duluuuu sekaliii…saat baru nikah, saya ini termasuk orang yang cukup santai selow dalam mengerjakan pekerjaan-pekerjaan tertentu alias kurang cekatan sehingga  saya masih perlu beradaptasi dengan tugas-tugas baru saya sebagai seorang ibu rumah tangga.  Sementara suami saya yang kinestetiknya dominan bukanlah orang yang suka menunggu hehe.. pekerjaan ‘menunggu’ bagi beliau mungkin ngga ada bedanya dengan merasakan seperti sedang mendapat ‘hukuman’. Jadilah saya perlahan menyesuaikan ritme hidup saya dengan kondisi keluarga, bermetamorfosa menjadi seorang yang (cukuplah sedikit) lebih baik dan lebih cepat dalam mengerjakan banyak pekerjaan.

Nahh semenjak lahiran Fatih tantangan saya untuk lebih disiplin dan menghargai waktu pun semakin bertambah. Aktivitas saya dari pagi hari jam 8 sampai dengan jam 12 siang adalah mengajar anak-anak di sebuah taman pendidikan. Selanjutnya banyak waktu yang saya habiskan bersama sang buah hati. Tantangan semakin seru mengingat Fatih agak sulit ditinggal dan mau nya lebih banyak diajak interaksi oleh orang disekitarnya ketimbang bereksplorasi dengan mainan-mainannya. Jadwal hariannya pun saat ini sudah kelihatan polanya dan ngga jauh beda dengan kita-kita yang lebih dewasa. Bangun jam 5 pagi, tidur siang jam 12 siang, tidur malam jam 8 atau 9 malam. Yang pasti selama momong fatih, saya tidak bisa berharap banyak untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas rumah tangga lainnya. Awalnya terasa berat, banyak pekerjaan jadi terbaikan dan saya jadikan ‘momong fatih’ sebagai sarana bela diri saya (hyaaattt!!!) hikssss…menyadari tidak mungkin saya tertawan oleh kondisi yang seperti itu terus pada akhirnya saya pun mulai rajin cari-cari strategi agar semua tugas rumah tangga bisa saya kerjakan  tanpa mengabaikan kewajiban saya yang utama dalam mendidik anak.

Berikut beberapa strategi yang kerap saya terapkan untuk mengatasi tantangan dalam manajemen waktu ini..

1.       Bangun lebih pagi atau tidur lebih malam. Di saat si kecil mungkin masih terlelap, kita bisa bangun lebih awal dan mengerjakan beberapa pekerjaan rumah tangga sekaligus.  Bangun 2 sampai 1,5 jam lebih awal. Prinsipnya semua bisa disambi-sambi. Sembari menyapu, sembari masak air. Sembari mengepel, sembari merendam cucian. Sembari memotong-motong bahan masakan, sembari murajaah sembari mendengarkan murattal qur’an. Waktu sebelum shubuh juga merupakan waktu me time favorit saya sekaligus waktu nge-date dengan Yang Maha Mencinta J. Nah, kalau ngga bisa bangun lebih pagi, saya biasanya tidur lebih malam…jadi kalau sekiranya besoknya ngga kuat buat bangun lebih pagi, setidaknya beberapa pekerjaan bisa saya pastikan kelar sebelum saya tidur di malam harinya.

2.       List daftar pekerjaan yang akan dikerjakan hari ini. Saya biasanya buat daftar pekerjaan yang ingin dikerjakan selama satu hari dan diupdate setiap harinya. Tetapiii berhubung saya masih suka lupa menulis minimal kalau tidak ditulis, saya rekam saja dalam ingatan ataau setiap  kali ada ide atau ada yang ingin dikerjakan, langsung dicatat saja di aplikasi notes yang ada di HP..

3.       Jangan terlalu banyak ‘dipikirkan’ tetapi banyaklah ‘dikerjakan’. Kalau hati sudah ngga tenang lihat setrikaan yang menumpuk, baju-baju kotor di keranjang, tidak perlu menunggu malam atau esok hari untuk dikerjakan. Cobalah untuk mengerjakannya meskipun hanya sedikit-sedikit.  Da’ma  Yuriibuka Ilaa Maa Laa Yuriibukaa…tinggalkan yang meragukan kerjakan apa yang tidak meragukanmu. Yang membuat hati menjadi lebih tenang :)

4.       Melibatkan si kecil pada saat melakukan pekerjaan rumah. Sebenarnya bukan berarti pada saat kita menemani si kecil bermain maka kita pun tidak bisa melakukan pekerjaan lainnya. Cobalah untuk melibatkan si kecil dalam aktivitas kita. Misalnya, pada saat memasak, pertama, pastikan si kecil jauh dari jangkauan api atau kompor. Dudukkan di stroller atau berikan mainan agar ia tidak bosan menunggu kita. Kemudian pada saat memasak, ajaklah ia berkomunikasi dan ‘bermain’ dengan alat-alat masak yang ada. Misalnya, “Fatih, sekarang Bunda mau masak dulu ya. InsyaAllah Bunda akan masak blablabla.. bumbunya blablabla…insyaAllah halal lagi thayyib. Kalau yang kita makan baik-baik insyaAllah pribadi kita pun menjadi lebih baik, Nak..” atau “ini namanya wortel, bunda potong kecil-kecil, terus dicemplung deh ke air mendidih…” Saya juga terkadang iseng memukul-mukul alat-alat dapur sehingga keluar bunyi yang nyaring dan berpola. Berikan juga alat-alat dapur dengan bahan yang aman untuk bisa dimainkan olehnya. Biasanya Fatih jadi terhibur dan atraktif untuk mendengarnya. Atau ketika saya harus mengajar adek adek Pra SD, fatih tetap saya libatkan dalam aktivitas kelas. Di saat adik-adik sedang menulis atau mengerjakan soal saya pun ikut mengajak ngobrol Fatih dan mengenalkannya pada benda-benda di sekitarnya. Intinya, tetaplah mengajak anak berkomunikasi di saat kita melakukan aktivitas lainnya.

5.       Memastikan segala sesuatu punya tempatnya. Cobalah untuk membuat kesepakatan dengan suami, agar selalu meletakkan barang kembali kepada tempatnya. Sediakan wadah-wadah untuk menyimpan barang sehingga kalau ada yang berceceran kita sudah tahu dimana kita harus menyimpannya. Berguna juga untuk menghindari adanya barang-barang yang berbahaya dari jangkauan bayi. Khusus buat mainan-mainan Fatih, terkadang saya letakkan saja di area bermainnya sampai Fatih sudah benar-benar bosan memainkannya.



Sekian beberapa strategi yang saya terapkan untuk menghindari mati gaya di saat harus melakukan tugas-tugas rumah tangga yang mungkin juga diterapkan oleh banyak ibu lainnya J Mari berbagi, saya yakin ibu-ibu yang lebih senior pastinya sudah jauh lebih master dan bervariasi dalam menyusun strategi lainnya J

Jumat, 30 Januari 2015

Sapa Sapa.. :)

Assalamualaykum…Dear readers..J sudah lama sekali  saya hiatus dari dunia per-blog-an..rasanya jari-jemari ini sudah tidak selincah dulu lagi menari di atas keyboard J anyway..this is my second blog, and ( I hope ) also will be my latest blog…pakai nama keluarga soalnya kontributornya insyaAllah ngga cuma saya, tapi ada juga suami dan semoga si kecil pun kelak bisa ikut memeriahkan isi blog ini ;)  yes, we are “Husnayain” Family J Bahasa syurganya “penyandang dua kebaikan”, yang mana lebih spesifik lagi menjadi cita-cita tertinggi kami “Hidup Mulia atau Mati Syahid”. Isinya yang pasti tentang banyak hal yang bisa menjadi sarana pembelajaran kami di madrasah kehidupan ini J Bismillaaaah.. semoga kehadiran blog ini senantiasa menjadi motivasi di kala jera  , pengingat di kala lupa, penghibur di kala duka, dan amal jariyah di kala tiada..

Salam Hangat,
Husnayain's Family

Wassalamualaykum Wr. Wb…